[Studi Kasus] Terkait Masyarakat dan Kebudayaan Indonesia Saat Ini


Tilang Elektronik Diharapkan Bisa Hilangkan Budaya "Tertib kalau Ada Polisi Saja"


Budaya tidak tertib masyarakat Indonesia mengenai lalu lintas menjadi masalah saat ini, contohnya saja kendaraan yang berhenti saat lampu merah dengan posisi kendaraan melewati zebra cross, kendaraan yang menerobos lampu merah, pengendara motor tidak menggunakan helm, kendaraan berhenti melebihi marka jalan dan lainnya. Para pengendara dapat tertib hanya saat adanya pengawasan dari pihak kepolisian, maka dari itu diterapkan sistem pengawasan menggunakan kamera CCTV.


Sejumlah kendaraan nekat melintasi jalur bus transjakarta di Jalan Gunung Sahari, Pasar Baru, Jakarta Pusat, Jumat (9/1/2015). Rencananya dalam waktu dekat semua jalur bus transjakarta akan dipasangi kamera pengawas atau CCTV. Pemasangan itu merupakan bagian dari pelaksanaan tilang elektronik atau e-cross (electronic camera for road safety system).






 JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Yusuf berharap, melalui tilang elektronik atau electronic traffic law enforcement (ETLE), warga dapat lebih tertib. "Dengan adanya sistem ini diharapkan dapat menghilangkan budaya masyarakat tertib kalau ada polisi saja. Sementara polisi tidak selama itu berdiri di jalan, ada istirahatnya," ujar Yusuf di Mapolda Metro Jaya, Selasa (18/9/2018). Sistem ini akan diuji coba di sepanjang jalan Sudirman-Thamrin pada Oktober mendatang. Akan ada kamera CCTV berteknologi tinggi yang merekam pengendara sepanjang jalan tersebut. "Dengan kamera 24 jam, akan terawasi terus. Yang tadinya tidak tertib jadi tertib," kata Yusuf lagi. Tak hanya itu, Yusuf berharap, melalui tilang elektronik, penindakan terhadap para pelanggar lalu lintas akan lebih tepat dan efisien. Setiap ada pelanggaran, akan terekam kamera CCTV kemudian langsung terkirim ke TMC Polda Metro Jaya. "Nanti ada petugas yang akan mengevaluasi di mana salahnya. Tangkapan gambar itu akan kami jadikan bukti jika ada pelanggaran," ujar dia. Yusuf mengatakan, pihaknya tengah berkomunikasi dengan pihak Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Kementerian Komunikasi dan Informasi, dan pihak-pihak lainnya untuk membahas detail penerapan sistem ini. Wacana tilang sistem elektronik ini juga mendapatkan dukungan dari anggota DPRD DKI Jakarta. Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta Abdurrahman Suhaimi mengatakan, cara baru ini bisa menghilangkan praktik pungutan liar di jalanan yang dilakukan oknum polisi. "Yang jelas ini bisa mengurangi damai di tempat itu, lebih transparan, dan lebih modern juga," ujar Suhaimi di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Selasa (18/9/2018). Suhaimi berharap, penerapan tilang elektronik bisa membuat masyarakat Jakarta lebih disiplin. 

Opini :
Menurut saya masyarakat Indonesia masih banyak yang belum sadar akan budaya kedisiplinan, jika budaya seperti ini terus dilakukan maka Indonesia akan terus menjadi negara yang tidak tertib.Dalam hal ini selain diberikannya solusi dari pemerintah, harus ada kesadaran dari diri masing-masing, jika mereka melakukan hal itu maka akan ada banyak pihak yang dirugikan termasuk dirinya dan akan menimbulkan masalah. Sementara itu, tindakan penerapan sistem kamera CCTV untuk mengawasi para pengendara agar tidak lagi melanggar peraturan lalu lintas adalah tindakan yang tepat dan efisien, selain itu terkait majunya teknologi saat ini dimana segala sesuatunya sudah menggunakan teknologi yang canggih, sistem ini juga sangat tepat sebagai perkembangan Negara Indonesia agar lebih maju. Sanksi-sanksi yang diterapkan dengan cara denda dan pemblokiran STNK juga merupakan pilihan yang tepat.


Sumber:
https://megapolitan.kompas.com/read/2018/09/18/18190141/tilang-elektronik-diharapkan-bisa-hilangkan-budaya-tertib-kalau-ada
https://www.moneysmart.id/7-pelanggaran-lalu-lintas-sekarang-bakal-gampang-tertangkap-cctv/

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perusahaan Bisnis Informatika : SIRCLO

Tugas Pengolahan Citra Format Gambar dan Scilab

Makalah Pengolahan Citra